Wabup Sanggau Melakukan Tanam Perdana Tanaman Kelapa Sawit Program PSR Di Desa Harapan Makmur

0 x ditonton
Sanggau TV
Sanggau TV
17 Jul 2021

/DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU – Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si hadir pada kegiatan penanaman perdana tanaman kelapa sawit program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) di KUD Desa Harapan Makmur, Kecamatan Meliau, Selasa (23/2/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau H. Syafriansyah, SP, MM, Perwakilan dari Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Ketua GOW Kabupaten Sanggau Ny.Yohana Kusbariah Ontot, Forkompimcam, perwakilan dari perusahaan Bintang Harapan Desa (BHD), Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Sawit Sutari Harapan Makmur Aduardus Sunardi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan masyarakat Desa Harapan Makmur.

Usai melakukan tanam perdana tanaman kelapa sawit, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot ketika diwawancarai menyampaikan dirinya ingin memberikan semangat kepada para petani sawit yang hari ini mereka melakukan replanting.

“Replanting ini adalah dana yang diberikan oleh pemerintah kepada para masyarakat tani yang bantuannya perhektar Rp. 30.000.000,00. Nah, di Tahun Anggaran 2020 yang hari ini kita laksanakan ada 208 hektar, jadi cukup besar. Jadi ini salah satu perhatian pemerintah untuk para petani dan sebenarnya aturan perkebunan inikan kita berharap di koperasi ini mereka secara mandiri mempersiapkan diri untuk bagaimana mereka menghadapi replanting selama masa panen kurang lebih 20 tahun itu,” jelas Wabup, Yohanes Ontot.

Harapan kita, lanjut Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot, mudah-mudahan nanti di periode berikutnya mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik terkait dengan replanting tersebut.

“Baik nanti dapat menabung melalui koperasi untuk persiapan replanting untuk masa tertentu, sehingga tidak lagi mereka berpikir dari mana bantuannya. Syukur-syukur ada bantuan dari pemerintah dan tadi kita sudah katakan pemerintah inikan terbatas juga dan tentu untuk banyak orang, bukan hanya untuk satu kelompok tertentu saja,” harap Wabup, Yohanes Ontot.

“Harapan kita transisi yang kurang lebih 3 hingga 4 tahun ini tentu juga disisi pendapatan berkurang dan kita berharap mereka harus cerdas bagaimana menggunakan lahan ini untuk dijadikan tanaman tumpang sari. Yang mana tadi pak Kadis Perkebunan dan Peternakan sudah mengingatkan supaya mereka melakukan bagaimana upaya-upaya untuk bisa dapat uang tambahan dari areal yang sudah di caping ini dan tentu tanaman tumpang sari sangat dibutuhkan,” sambungnya.

Lebih banyak

0 Komentar Urutkan

Belum ada komentar